My SUJU Playlist

Kamis, 28 Oktober 2010

Entri data

ENTRI DATA

NAMA :
NIM :
ALAMAT :
SEMESTER :

JENIS KELAMIN :

WANITA
PRIA
HOBI :

BACA
NONTON
HANG OUT
TIDUR
ABOUT ME :

tugas pemrograman komputer

  (^_^)/' go na mi !!!

JADWAL HARIAN


SENIN SELASA RABU KAMIS JUMAT
LIBUR STRATEGI PEMBLJRN LIBUR ANLAISIS REAL LIBUR
2SMP PERS.DIFERENSIAL MEDIA TEKNO GEO TRANS PEMROGRMN KOMP.
1SMP STATISTIKA PEND. NONTON PROGRAM LINIER 3SMP
3SMA BIMBEL 1SMA TUGAS HOME 2SMA

Jumat, 22 Oktober 2010

ADMINISTRASI K6

BAB I
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Administrasi K6

Program kegiatan K6 (Ketertiban, Keindahan, Kebersihan, Keamanan, Kekeluargaan, Kerindangan). Penyusunan dan pelaksanaan program K6 ini akan merupakan bagian dari program sekolah dan dalam pelaksanaannya, semua unsur sekolah baik siswa, guru dan karyawan sangat berpengaruh dalam kesuksesan program ini. Untuk itu penerapan disiplin bagi semua unsur sekolah merupakan prioritas.

B.     Tujuan dan Manfaat Administrasi K6
Program K6 (Ketertiban, Keindahan, Kebersihan, Keamanan, Kekeluargaan, Kerindangan). Program ini dimaksudkan agar siswa mempunyai kebiasaan-kebiasaan yang baik. Berperilaku sopan, tidak membuang sampah sembarangan, selalu menjaga kebersihan lingkungan, kedislipinan, dan lain-lain adalah aspek-aspek yang dikembangkan di program ini.

C.    Ruang Lingkup Administrasi K6
a.      Kebersihan

Mengelola kebersihan sekolah mulai dari ruang-ruang kelas, ruang kepala sekolah dan guru, laboratorium, perpustakaan, toilet, halaman sekolah,tamn sekolah, lapangan, dan lainnya.
Dalam mengelola kebersihan setiap kelas dibuat piket kelas yang terdiri dari beberapa siswa yang diberi tugas membersihkan kelas dan pekarangan di sekitar kelasnya sebelum pelajaran pertama dimulai. Daftar piket kelas ini disusun berdasarkan hari, yang mana dalam setiap harinya terdapat beberapa siswa dari kelas tersebut. Dengan adanya piket kelas ini, siswa dapat berpartisipasi dalam menjaga kebersihan sekolah terutama kebersihan kelas. Sehingga kebersihan kelas sehari-hari menjadi tanggung jawab piket kelas.
Sekolah juga membuat tata tertib agar warga sekolah dapat menjaga kebersihan sekolah dengan tidak membuang sampah sembarangan selama di lingkungan sekolah dan membuat papan-papan atau tulisan-tulisan ajakan untuk menjaga kebersihan sekolah, salah satunya “Kebersihan Sebagian Dari Iman”.
Selain itu, adanya petugas kebersihan sekolah yang bertugas antara lain :
1.      Membersihkan teras-teras kelas.
2.      Membersihkan toilet siswa, guru, karyawan dan kepala sekolah.
3.      Memonitor kebersihan toilet siswa, guru dan kepala sekolah.
Contoh kebersihan kelas

Contoh kebersihan kantin sekolah
Contoh kebersihan tempat wudlu dalam fasilitas ibadah
Contoh kebersihan toilet sekolah

b.      Keamanan
Salah satu yang harus dikelola dalam bidang keamanan yang pengamana sekolah atas fasilitas, sarana dan prasarana sekolah, mulai dari barang-barang dalam ruang guru, ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, dan lainnya.
Selain itu juga keamanan dalam siswa, seperti dibuatnya perturan dilarangnya membawa teman dari sekolah lain tanpa izin dari guru piket ataupun dari satpam selaku petugas keamanan sekolah. Ataupun keamanan dalam mengelola parkiran sekolah.
      Contoh keamanan dalam parkiran sekolah
Dengan ini, biasanya di gerbang sekolah terdapat pos-pos penjaga sekolah atau satpam. Sehingga aktifitas keluar masuk warga sekolah atau tamu sekolah dapat tercatat, seperti adanya buku tamu yang dicatat oleh satpam atau guru piket.

c.       Ketertiban
Dalam mengelola ketertiban sekolah, dibuatnya aturan-aturan atau yang disebut tata tertib sekolah. Yang mencakup peraturan untuk siswa,guru taupun pegawai sekolah. Dimana peraturan atau tata tertib berlaku untuk semua warga sekolah. Dan jika ada pelanggaran maka diberikan sanksi-sanksi sesuai dengan yang dilanggar.

d.      Keindahan
Pengelolaan dalm bidang keindahan diterapkan dari tata letak penataan sekolah mulai dari tata letak kelas-kelas, ruang guru, toilet, kantin dan lainnya.
Melihat penampilan keindahan sekolah menjadi bukti kesungguhan para pengelola serta partisipasi seluruh anggota komunitas yang berkomitmen untuk mewujudkan konsep penataan sekolah yang ideal. Basis sumber daya kultur sekolah ini adalah berbagi tanggung jawab, penguatan partisipasi, dan komitmen bersama. Sentuhan pengelola terdahulu menjadi sumber daya potensial yang telah dimanfaatkan dengan baik sehingga mampu berprestasi dalam sistem penataan lingkungan.

e.       Kerindangan
Dalam bidang kerindangan, salah satunya dibuat taman sekolah dengan ditanamnya pepohonon di area sekolah.Kerindangan sekolah oleh pepohonan dan bunga membuat penyejuk udara (air conditioner) juga dengan adanya  kebun yang luas. Terdapat tanaman obat dan tanaman hias yang dipelihara oleh siswa.

f.       Kekeluargaan
Adanya kepedulian antar sesama warga seklah.

D.    Tata Tertib Sekolah
Beberapa aturan yang dapat dibuat dalam bidang K6 agar dapat berjalan baik:
               I.        KEAMANAN
1.      Setiap kelas membentuk organisasi kelas yang terdir dari ketua, wakil ketua, bendahara, sekretaris, dan beberapa seksi-seksi.
2.      Selama PBM berlangsung siswa hanya diperbolehkan keluar perkarangan apabila mendapat izin dari guru bidang studi
3.      Apabila terjadi permasalahan di dalam kelas , ketua beserta perangkat kelas secepatnya menyelesaikannya dan seandainya tidak mampu segera melapor secara bertingkat kepada guru piket/ walas/BK/Tim K6/ Wakil Kepasek
4.      Siswa dilarang membawa teman ke lokasi sekolah selama kegiatan berhubungan dengan sekolah
5.      Siswa hanya dizinkan menerima tamu setelah mendapat izin dari guru piket selama PBM
6.      Siswa dilarang keras membawa senjata tajam ataupun memakai benda – benda yang berfungsi sebagai senjata.
7.      Dilarang membuat gaduh/keributan dalam kelas sehingga mengganggu kelas yang lain.
8.      Siswa wajib memelihara ketahanan dan keamanan sekolah terhadap ancaman, gangguan baik yang datang dari luar maupun dari dalam lingkungan sekolah.
9.      Siswa wajib mengikuti upacara bendera/hari besar nasional yang ditentukan sekolah atau lembaga terkait.
10.  Siswa dilarang keras berkelahi dan melakukan tindakan keras lain yang membahayakan orang lain.
11.  Siswa dilarang menerima tamu kecuali telah diizinkan oleh kepala sekolah/wakasek/guru piket.
            II.        KEBERSIHAN
1.  Setiap kelas bertanggungjawab terhadap kebersihan lokal dan pekarangannya
2.  Piket kelas harus sudah membersihkan lokal sebelum jam pelajaran pertama dimulai.
3.  Siswa dilarang membawa makanan yang menimbulkan sampah ke dalam lokal
4.  Kebersihan kelas sehari – hari merupakan tanggungjawab piket kelas
5.  Setiap kegiatan gotong royong sekolah seluruh siswa harus mengikutinya secara baik
         III.        KETERTIBAN
1.      Siswa tidak dibenarkan masuk kelas apabila terlambat 10 menit dan hanya dizinkan masuk setelah mendapat izin dari guru piket
2.      Jam pelajaran untuk hari Senin sampai Kamis dan hari Sabtu dimulai jam 07.15 s.d 15.10 wib, dan hari Jumat mulai jam 07.10 s.d 11.45 wib
3.      Sebelum pelajaran di mulai siswa diwajibkan terlebih dahulu membaca Alquran selama 15 menit pertama.
4.      Apabila siswa terlambat 3 kali, maka siswa tersebut dikonfirmasikan kepada Wali kelas.
5.      Siswa setiap hari senin dan selasa diharuskan memakai dasi dan hari Sabtu memakai pakaian Pramuka lengkap.
6.      Setap siswa harus memakai singlet dan tidak dibenarkan memakai baju kaos pengganti singlet serta bagi wanita memakai rok dalam dan memakai jilbab putih
7.      Siswa tidak dibenarkan memakai perhiasan kecuali anting bagi siswa wanita
8.      Siswa laki – laki tidak dibenarkan berambut panjang
9.      Siswa wanita tidak boleh pakai celana panjang
10.  Siswa harus memakai sepatu hitam, kaos kaki putih, selain topi pet sekolah tidak dibenarkan.
11.  Siswa harus memakai tas ke sekolah
12.  Siswa dilarang keras merokok dan menggunakan narkoba serta membawa benda – benda tajam dan sejenisnya.
13.  Siswa dilarang keras membawa benda – benda berbau pornografi
14.  Siswa tdak dibenarkan jajan selama PBM berlangsung
15.  Siswa dilarang keluar pekarangan sekolah sewaktu istirahat kecuali izin piket
16.  Siswa wajib mematuhi Sapta Prasetia OSIS
17.  Selama PBM berlangsung dan pertukaran jam belajar, siswa tidak dibenarkan keluar kelas, kecuali ada izin dari guru/ piket
18.  Siswa tidak dibenarkan keluar tanpa izin ( cabut ) selama jam pelajaran
19.  Siswa yang tidak hadir ke sekolah harus membawa surat izin yang diketahui oleh orangtua/wali


         IV.        KERINDANGAN
1.  Setiap kelas wajib mengelola taman kelas seindah mungkin
2.  Setiap kelas wajib menghias kelasnya dengan tanaman / bunga hidup
3.  Setiap kelas mempunyai kebun sekolah
4.  Setiap siswa harus bertanggung jawab terhadap kerindagan sekolah
5.  Melaksanakan gerakan penghijauan di sekolah

            V.        KEINDAHAN
1.  Setiap kelas dihiasi himbauan dalam bentuk gambar dan tulisan yang bermanfaat dan dapat menunjang proses belajar
2.  Tidak dibenarkan memanjang gambar – gambar yang bercorak kekerasan dan pornografi dalam kelas
3.  Siswa tidak dibenarkan mencoret – coret meja, kursi dan dinding kelas
4.  Siswa harus menata dan menjaga peralatan yang ada dalam kelas
5.  Siswa wanita tidak dibenarkan memakai rok yang ketat dan pendek
6.  Pakaian seragam sekolah harus menurut ketentuan yang berlaku

         VI.        KEKELUARGAAN
1.  Ada rasa kekeluargaan yang tinggi atara siswa dengan guru dan personil sekolah tanpa terkecuali
2.  Menjenguk teman – teman yang sakit dan mendapat kemalangan
3.  Menjaga persaudaraan antara sesaman siswa, personil sekolah dalam masyarakat
4.  Diserahkan kepada Kepala Sekolah untuk mengambil tindaklanjut dari sanksi yang telah dibebankan.




E.     TUGAS-TUGAS DALAM K6
Petugas Lapangan
a.       Membersihkan halaman keliling sekolah
b.      Membersihkan teras kelas
c.       Membersihkan kamar mandi siswa, guru, karyawan dan kepala sekolah
d.      Merawat tanaman
e.       Menyiram halaman dan tanaman
f.       Memotong rumput
g.      Melaporkan sirkulasi keadaan sekeliling sekolah kepada kepala sekolah
h.      Membersihkan ruang-ruang tersebut termasuk teras kecuali ruang dan teras kelas
i.        Memonitor kebersihan WC siswa, guru dan kepala sekolah
j.        Membersihkan dan merapikan taman / halaman sekolah
k.      Mengadakan penanaman/penghijauan halaman dengan tanaman  yang          bermanfaat ( bunga-bunga, buah-buahan, tanaman pelindung dan lain )
l.        Memelihara kesuburan / kelangsungan hidup tanaman

Petugas Keamanan
a.       Menjaga keamanan sekolah
b.      Mengatur parkir kendaraan siswa, guru dan karyawan
c.       Membuka dan menutup pintu gerbang sekolah
d.      Mengatur tamu yang datang ke sekolah dengan mengisi buku tamu
e.       Melaporkan sirkulasi keamanan kepada kepala sekolah
f.       Membuka dan menutup jendela, pintu ruang kelas, ruang guru, ruang TU, dan ruang kepala sekolah
g.      Menerimakan surat-surat yang datang pada waktu kantor telah tutup
h.      Melaporkan secara rutin keadaan atau kejadian pada saat yang bersangkutan bertugas jaga ditempat


Koordinasi Petugas K6
a.        Mengatur/mengkoordinir pelaksanaan kegiatan yang berhubungan dengan keamanan, Kebersihan, keindahan, kekeluargaan ketertiban, kerindangan.
b.      Untuk melaksanakan tugas ini K6 melakukan koordinasi dengan kesiswaan/Osis, pesuruh dan bagian sarana/prasarana
c.      Dalam melaksanakan tugasnya dikoordinir oleh wakasek kesiswaan dengan  program masing-masing bidang.

F.     Mewujudkan Sekolah Yang Aman, Nyaman dan Disiplin
Untuk mewujudkan kondisi sekolah seperti tersebut diatas perlu langkah-langkah sebagai berikut:
1. Meningkatkan keamanan lingkungan fisik sekolah
Untuk mewujudkan sekolah yang aman perlu dilakukan beberapa langkah. Pertama sekolah harus membentuk komite yang terdiri dari berbagai stakeholders, yaitu masyarakat sekitar sekolah, orang tua, guru, kepala sekolah dan siswa. Dengan melibatkan semua fihak diharapkan komite dapat memperjatam pemahaman dan kesepakatan tentang apa yang perlu dilakukan. Melibatkan dan selalu menjaga hubungan dengan anggota kepolisian atau ABRI sangatlah penting. Keterlibatan orang tua juga sangat penting agar hal-hal yang menjadi keprihatinan siswa dapat didengar dan diselesaikan.
Kedua, Untuk meningkatkan keamanan sekolah, upaya harus difokuskan pada bangunan fisik sekolah, tata letak dan kebijakan dan prosedur yang ada untuk melaksanakan kegiatan sehari-hari dan menyelesaikan masalah yang mungkin timbul. Bangunan sekolah, kelas, ruang lab, kantor, perpustakaan, lapangan olah raga dan halaman sekolah harus direview. Selain itu, berbagai kebijakan dan prosedur juga akses masuk sekolah harus dinilai kembali.

2. Meningkatkan disiplin siswa
Disiplin di sekolah jangan diartikan dengan prosedur yang terfokus pada konsekuensi pemberian hukuman. Perspektif disiplin secara tradisional ini kurang sempurna sebab tidak memperhatikan perkembangan dan tidak mendukung prilaku pro-sosial yang ditunjukkan siswa. Disiplin menurut paradigma baru adalah langkah-langkah atau upaya yang perlu guru, kepala sekolah orang tua dan siswa ikuti untuk mengembangkan keberhasilan prilaku siswa secara akademik maupun sosial. Jadi disiplin dianggap sebagai alat untuk untuk menuju keberhasilan untuk semua guru, dan semua siswa di berbagai situasi.
3. Menghilangkan hukuman fisik dan merendahkan oleh guru terhadap siswa
Hukuman fisik adalah hukuman yang melibatkan pemukulan dengan tangan atau objek lain seperti tongkat, penggaris, ikat pinggang, cambuk, sepatu; menendang, melempar, mencubit, menjambak, menyuruh siswa untuk berdiri pada posisi yang tidak menyenangkan, atau menyuruh siswa untuk melakukan kegiatan fisik yang berlebihan, menakuti siswa.
Selain itu hukuman fisik terdapat pula hukuman yang merendahkan seperti menghina mengolok, berkata kasar, mengisolasi, dan membiarkan siswa. Penting untuk diketahui bahwa tidak ada batasan yang jelas antara hukuman fisik dengan hukuman yang merendahkan. Siswa sering mempersepsikan bahwa hukuman fisik juga merendahkan mereka.
Dengan langkah-langkah tersebut diatas minimal akan tercipta iklim sekolah yang sinergis dan harmonis. Siawa merasa betah di sekolah, merasa aman dan nyaman mengikuti seluruh rangkaian pembelajaran, merasa terlindungi dan mendapatkan perlakuan dari seluruh warga sekolah secara kekeluargaan.



G.    Merancang Taman Sekolah
Sekolah sebagai tempat aktivitas pembelajaran bagi anak-anak hendaknya memiliki bangunan fisik dan halaman yang memadai sehingga dapat menciptakan suasana nyaman dalam belajar dan bekerja bagi siswa, guru dan pegawai di lingkungan sekolah bersangkutan. Halaman sekolah yang tertata dengan baik akan dapat memberikan ketenangan dan kenyamanan dalam melakukan aktivitas.Taman merupakan penampakan kelembutan bangunan fisik sekolah, karena itulah taman sekolah haruslah menjadi bagian dari penggunanya, yaitu siswa, guru dan pegawai. Taman sekolah haruslah direncanakan sesuai dengan kondisi tapak dan penggunanya sehingga tercipta suatu ruang kehidupan yang bermanfaat dan harmonis.
Taman sekolah yang baik, hendaknya unsur-unsur atau komponen taman tertata dengan mempertimbangkan fungsional dan nilai estetis (keindahan) agar dapat mendukung kelestarian lingkungan, bermanfaat dalam pembelajaran, dan memberi rasa nyaman bagi penggunanya.
Merencanakan taman sekolah yang praktis dan efisien dengan lima tahapan, yaitu persiapan, pengumpulan data, analisis, sintesis, dan perencanaan. Tahapan-tahapan ini dilakukan untuk menghindari terjadinya kegagalan.
1. Persiapan
Persiapan merupakan tahap awal dalam proses prencanaan. Hal-hal yang dipersiapkan antara lain : bahan dan alat, data tempat yang direncanakan, dan keinginan utama dari pengguna. Kegiatan pokok dalam tahapan ini yang mesti dilakukan yaitu jadwal kegiatan, rencana biaya, dan produk perencanaan yang akan dihasilkan.
2. Pengumpulan data
Data yang diperlukan meliputi aspek-aspek (sosial, fisik lahan, teknik pelaksanaan, dan sumber dana yang tersedia) dan faktor-faktor (ruang, waktu, dan tenaga). Aspek sosial berhubungan dengan fungsi ruang, karakter pengguna ruang, dan jenis aktivitas yang dilakukan. Aspek fisik menyangkut tentang bentuk, sirkulasi ruang, flora-fauna, iklim, suara/bunyi-bunyian, dan lain-lain.
Pengumpulan data dapat dilakukan dengan merekam keadaan lahan, memotret, membuat sketsa bentuk lahan, mewawancarai orang-orang di sekitar lingkungan lahan, dan lain-lain.
3. Analisis
Data yang sudah terkumpul dianalisa terhadap berbagai aspek dan faktor yang turut berperan dalam penciptaan keasrian dan kelestarian rencana tapak/lahan sehingga dapat diketahui masalah, kendala, potensi, serta kerawanan dari tapak/lahan tersebut. Berbagai kendala yang menjadi hambatan dicarikan alternatif penanggulangan yang terbaik. Potensi yang ada dimanfaatkan dan dikembangkan, sedangkan bagian tapak yang rawan jangan digganggu supaya tidak menjadi rusak atau terpelihara keamanannya. Hasil analisis akan dijadikan berbagai kemungkinan untuk dapat merencanakan taman yang fungsional dan estetits sehingga memberikan ketenangan dan kenyaman bagi penggunanya.
4. Sintesis
Hasil analis dijadikan sebagai bahan acuan untuk dikembangkan sebagai input untuk mendapatkan recana tapak sesuai dengan program yang diinginkan. Hasil dari tahap sintesis berupa alternatif-alternatif rencana penggunaan ruang dengan berbagai kekuatan dan kelemahannya.
5. Perencanaan
Menentukan pilihan terhadap alternatif yang akan menjadi rencana lanskap/tapak (taman sekolah). Alternatif pilihan dapat berupa satu alternatif atau kombinasi dari beberapa alternatif pra perenacanaan.


H.    Beberapa Contoh Taman Sekolah
 
 
















DAFTAR PUSTAKA

Media Pembelajaran


ABSTRAKSI
                                                                                                                      

Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan atau informasi pengajaran berupa materi pembelajaran, dapat mendorong atau merangsang fikiran, perasaan, dan kemauan peserta didik sehingga terciptanya proses belajar pada diri peserta didik. Tujuan penggunaan media adalah efektivitas dan efisiensi dalam kegiatan belajar mengajar, meningkatkan motivasi belajar siswa, variasi metode pembelajaran, dan peningkatan aktivasi siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Secara umum manfaat penggunaan media pembelajaran dalam kegiatan belajar mengajar, yaitu dapat menarik peserta anak didik terhadap materi pelajaran yang disajikan, dapat mengatasi perbedaan pengalaman belajar peserta didik, dapat membantu peserta didik dalam memberikan pengalaman belajar yang sulit diperoleh dengan cara lain, dapat membantu perkembangan pikiran peserta didik secara teratur tentang hal yang mereka alami dalam kegiatan belajar mengajar mereka, dapat menumbuhkan kemampuan peserta didik untuk berusaha mempelajari sendiri berdasarkan pengalaman dan kenyataan, dapat mengurangi penyampaian materi pelajaran dalam bentuk lisan atau kata-kata tertulis.
Kata kunci : media, pembelajaran, tujuan, manfaat




BAB I
PENDAHULUAN

Disadari atau tidak, sekarang ini kita sedang menuju era globalisasi  yang ditandai dengan tersedianya informasi yang semakin banyak dan bervariasi, tersebarnya informasi yang makin meluas dan seketika, serta tersajinya informasi dalam berbagai bentuk dalam waktu yang cepat. Pengaruh globalisasi ini semakin terasa dengan semakin banyaknya saluran informasi dalam berbagai bentuk media. Karena semua usaha pengumpulan, pengolahan, penyimpanan, dan penyajian informasi senantiasa menggunakan media, maka era ini dapat pula disebut lingkungan bermedia.
Media telah mempengaruhi seluruh aspek kehidupan kita, meskipun dalam derajat yang berbeda-beda. Di negara yang telah maju, media telah mempengaruhi kehidupan hampir sepanjang waktu. Waktu yang terpanjang, yang paling berpengaruhi itu adalah waktu yang digunakan untuk bersekolah. [Widodo, 2009]
Begitu pula pada proses belajar mengajar, media pembelajaran merupakan salah satu komponen pembelajaran yang mempunyai peranan penting. Pemanfaatan media seharusnya merupakan bagian yang harus mendapat perhatian guru sebagai fasilitator dalam setiap kegiatanbelajar dan mengajar. Oleh karena itu guru perlu mempelajari bagaimana media pembelajaran dapat mengefektifkan pencapaian tujuan pembelajaran dalam proses belajar mengajar. Karena pada kenyataannya media pembelajaran masih sering terabaikan dengan berbagai alasan, antara lain: terbatasnya waktu untuk membuat persiapan mengajar, sulit mencari media yang tepat, tidak tersedianya biaya, dan lain-lain. Hal ini sebenarnya tidak perlu terjadi jika setiap guru / fasilitator telah mempunyai pengetahuan dan ketrampilan mengenai media pembelajaran.
                 Sehingga pada makalah ini akan dibahas mengenai apa pengertian media pembelajaran,  tujuan dari penggunaan media pembelajaran, serta manfaat penggunaannya agar para calon pendidik ataupun pendidik dapat mewujudkan tercapainya tujuan pendidikan pada umumnya dan tujuan pembelajaran khususnya.
.

BAB II
PEMBAHASAN

A.       Pengertian Media Pembelajaran
Secara etimologi, kata media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi. [Haryalesmana, 2009].
Gagne mengartikan media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar. Sementara Heinich dan Russell mengartikan media sebagai saluran untuk komunikasi yang berasal dari bahasa Latin yang berarti “antara” yang digunakan untuk menyalurkan informasi antara pengirim dan penerima.[Widodo, 2009].
Briggs berpendapat bahwa media pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi pembelajaran seperti : buku, film, video dan sebagainya. Sedangkan, National Education Associaton mengungkapkan bahwa media pembelajaran adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang-dengar, termasuk teknologi perangkat keras. [Sudarajat, 2008]
Berlach dan Ely mengemukakan bahwa media dalam proses pembelajara cenderung diartikan alat-alat grafis, fotografis atau elektronis untuk menangkap, memproses dan menyusun kembali informasi dan menyusun kembali informasi visual atau verbal.
Heinich, dkk Media pembelajaran adalah media-media yang membawa pesan-pesan atau informasi yang bertujuan pembelajaran atau mengandung maksud-maksud pembelajaran.
Menurut H Malik media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan (bahan pembelajaran), sehingga dapat merangsang perhatian, minat, pikiran dan perasaan si belajar dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu.[Diwani, 2008].
Dari beberapa pendapat ahli di atas dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan atau informasi pengajaran berupa materi pembelajaran, dapat mendorong atau merangsang fikiran, perasaan, dan kemauan peserta didik sehingga terciptanya proses belajar pada diri peserta didik.


B.       Tujuan Penggunaan Media Pembelajaran

Penggunaan media pengajaran sangat diperlukan dalam  peningkatan mutu pendidikan khususnya dalam pembelajaran atau kegiatan belajar mengajar. Sebenarnya pendidik atau peserta didik memiliki keterbatasan atau kendala dalam menyampaikan atau menerima materi seperti keterbatasan waktu, ruang, dan daya indera. Oleh karena itu dengan adanya media pembelajaran diharapkan dapat mengefektifitaskan proses belajar mengajar.
Beberapa ahli mengemukakan beberapa tujuan dari penggunaan media pembelajaran diantaranya menurut Achsin menyatakan bahwa tujuan penggunaan media pengajaran adalah (1) agar proses belajar mengajar yang sedang berlangsung dapat berjalan dengan tepat guna dan berdaya guna, (2) untuk mempermudah bagi guru/pendidik daiam menyampaikan informasi materi kepada anak didik, (3) untuk mempermudah bagi anak didik dalam menyerap atau menerima serta memahami materi yang telah disampaikan oleh guru/pendidik, (4) untuk dapat mendorong keinginan anak didik untuk mengetahui lebih banyak dan mendalam tentang materi atau pesan yang disampaikan oleh guru/pendidik, (5) untuk menghindarkan salah pengertian atau salah paham antara anak didik yang satu dengan yang lain terhadap materi atau pesan yang disampaikan oleh guru/pendidik. Sedangkan Sudjana, dkk. menyatakan tentang tujuan pemanfaatan media adalah (1) pengajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menimbulkan motivasi, (2) bahan pelajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami, (3) metode mengajar akan lebih bervariasi, dan (4) siswa akan lebih banyak melakukan kegiatan belajar. Jadi dapat disimpulkan bahwa tujuan penggunaan media adalah (1) efektivitas dan efisiensi dalam kegiatan belajar mengajar, (2) meningkatkan motivasi belajar siswa, (3) variasi metode pembelajaran, dan (4) peningkatan aktivasi siswa dalam kegiatan belajar mengajar.[ Endonesa, 2009].
Jadi dapat disiimpulkan bahwa tujuan penggunaan media adalah efektivitas dan efisiensi dalam kegiatan belajar mengajar, meningkatkan motivasi belajar siswa, variasi metode pembelajaran, dan peningkatan aktivasi siswa dalam kegiatan belajar mengajar.

C.      Manfaat Penggunaan Media Pembelajaran

Berbagai manfaat media pembelajaran telah dibahas oleh banyak ahli. Menurut Kemp dan Dayton meskipun telah lama disadari bahwa banyak manfaat penggunaan media pembelajaran, penerimaannya serta pengintegrasiannya ke dalam program-program pengajaran berjalan amat lambat. Mereka mengemukakan:
a.                   Penyampaian pelajaran menjadi lebih baku. Setiap pelajar yang melihat atau mendengar penyajian melalui media menerima pesan yang sama. Meskipun para guru menafsirkan isi pelajaran dengan cara yang berbeda-beda, dengan penggunaan media ragam hasil tafsiran itu dapat dikurangi sehingga informasi yang sama dapat disampaikan kepada siswa sebagai landasan untuk pengkajian dan latihan lebuh lanjut.
b.                   Pembelajaran bisa lebih menarik. Media dapat di asosiasikan sebagai penarik perhatian dan membuat siswa tetap terjaga dan memeperhatikan. Kejelasan dan keruntutan pesan, daya tarik, image yang berubah-ubah, penggunaan efek khusus yang dapat menimbulkan keingintahuan menyebabkan siswa tertawa dan berpikir, yang kesemuanya menunjukkan bahwa media memiliki aspek motivasi dan meningkatkan minat.
c.                    Pembelajaran menjadi lebih interaktif dengan diterapkannya teori belajar dan prinsip-prinsip psikologis yang diterima dalam hal partisipasi siswa, umpan balik dan penguatan.
d.                   Lama waktu pembelajaran yang diperlukan dapat dipersingkat karena kebanyakan media hanya memerlukan waktu singkat untuk mengantarkan pesan-pesan dan isi pelajaran dalam jumlah yang cukup banyak dan memunkinkannya di serap oleh siswa.
e.                   Kualitas hasil belajar dapat ditingkatkan bilamana integrasi kata dan gambar sebagai media pembelajaran dapat mengkomunikasikan elemen-elemen pengetahuan dengan cara yang terorganisasikan dengan baik, spesifik dan jelas.
f.                     Pemebelajaran dapat diberikan kapan dan dimana diinginkan atau diperlukan terutama jika media pembelajaran dirancang untuk penggunaan secara individu.
g.                   Sikap positif siswa terhadap apa yang mereka pelajari dan terhadap proses belajar dapat ditingkatkan.
h.                   Peran guru dapat berubah kearah yang lebih positif. Beban guru untuk penjelasan yang berulang-ulang mengenai isi pelajaran dapat dikurangi bahkan dihilangkan sehingga ia dapat memusatkan perhatian kepada aspek penting laindalamprosesbelajar mengajar, misalnya sebagai konsultan atau penasihat siswa.[Sulastri, 2010]

Sehingga secara umum manfaat penggunaan media pembelajaran dalam kegiatan belajar mengajar, yaitu dapat menarik peserta anak didik terhadap materi pelajaran yang disajikan, dapat mengatasi perbedaan pengalaman belajar peserta didik, dapat membantu peserta didik dalam memberikan pengalaman belajar yang sulit diperoleh dengan cara lain, dapat membantu perkembangan pikiran peserta didik secara teratur tentang hal yang mereka alami dalam kegiatan belajar mengajar mereka, dapat menumbuhkan kemampuan peserta didik untuk berusaha mempelajari sendiri berdasarkan pengalaman dan kenyataan, dapat mengurangi penyampaian materi pelajaran dalam bentuk lisan atau kata-kata tertulis.



BAB III
KESIMPULAN

Berdasarkan pembahasan sebelumnya, kita dapat menyimpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan atau informasi pengajaran berupa materi pembelajaran, dapat mendorong atau merangsang fikiran, perasaan, dan kemauan peserta didik sehingga terciptanya proses belajar pada diri peserta didik. Dimana tujuan penggunaan media adalah efektivitas dan efisiensi dalam kegiatan belajar mengajar, meningkatkan motivasi belajar siswa, variasi metode pembelajaran, dan peningkatan aktivasi siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Dan secara umum manfaat penggunaan media pembelajaran dalam kegiatan belajar mengajar, yaitu dapat menarik peserta anak didik terhadap materi pelajaran yang disajikan, dapat mengatasi perbedaan pengalaman belajar peserta didik, dapat membantu peserta didik dalam memberikan pengalaman belajar yang sulit diperoleh dengan cara lain, dapat membantu perkembangan pikiran peserta didik secara teratur tentang hal yang mereka alami dalam kegiatan belajar mengajar mereka, dapat menumbuhkan kemampuan peserta didik untuk berusaha mempelajari sendiri berdasarkan pengalaman dan kenyataan, dapat mengurangi penyampaian materi pelajaran dalam bentuk lisan atau kata-kata tertulis.


DAFTAR PUSTAKA

http://diwangeonesa.blogspot.com/ ,  5 Oktober,  20.45

Kamis, 28 Oktober 2010

Entri data

ENTRI DATA

NAMA :
NIM :
ALAMAT :
SEMESTER :

JENIS KELAMIN :

WANITA
PRIA
HOBI :

BACA
NONTON
HANG OUT
TIDUR
ABOUT ME :

tugas pemrograman komputer

  (^_^)/' go na mi !!!

JADWAL HARIAN


SENIN SELASA RABU KAMIS JUMAT
LIBUR STRATEGI PEMBLJRN LIBUR ANLAISIS REAL LIBUR
2SMP PERS.DIFERENSIAL MEDIA TEKNO GEO TRANS PEMROGRMN KOMP.
1SMP STATISTIKA PEND. NONTON PROGRAM LINIER 3SMP
3SMA BIMBEL 1SMA TUGAS HOME 2SMA

Jumat, 22 Oktober 2010

ADMINISTRASI K6

BAB I
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Administrasi K6

Program kegiatan K6 (Ketertiban, Keindahan, Kebersihan, Keamanan, Kekeluargaan, Kerindangan). Penyusunan dan pelaksanaan program K6 ini akan merupakan bagian dari program sekolah dan dalam pelaksanaannya, semua unsur sekolah baik siswa, guru dan karyawan sangat berpengaruh dalam kesuksesan program ini. Untuk itu penerapan disiplin bagi semua unsur sekolah merupakan prioritas.

B.     Tujuan dan Manfaat Administrasi K6
Program K6 (Ketertiban, Keindahan, Kebersihan, Keamanan, Kekeluargaan, Kerindangan). Program ini dimaksudkan agar siswa mempunyai kebiasaan-kebiasaan yang baik. Berperilaku sopan, tidak membuang sampah sembarangan, selalu menjaga kebersihan lingkungan, kedislipinan, dan lain-lain adalah aspek-aspek yang dikembangkan di program ini.

C.    Ruang Lingkup Administrasi K6
a.      Kebersihan

Mengelola kebersihan sekolah mulai dari ruang-ruang kelas, ruang kepala sekolah dan guru, laboratorium, perpustakaan, toilet, halaman sekolah,tamn sekolah, lapangan, dan lainnya.
Dalam mengelola kebersihan setiap kelas dibuat piket kelas yang terdiri dari beberapa siswa yang diberi tugas membersihkan kelas dan pekarangan di sekitar kelasnya sebelum pelajaran pertama dimulai. Daftar piket kelas ini disusun berdasarkan hari, yang mana dalam setiap harinya terdapat beberapa siswa dari kelas tersebut. Dengan adanya piket kelas ini, siswa dapat berpartisipasi dalam menjaga kebersihan sekolah terutama kebersihan kelas. Sehingga kebersihan kelas sehari-hari menjadi tanggung jawab piket kelas.
Sekolah juga membuat tata tertib agar warga sekolah dapat menjaga kebersihan sekolah dengan tidak membuang sampah sembarangan selama di lingkungan sekolah dan membuat papan-papan atau tulisan-tulisan ajakan untuk menjaga kebersihan sekolah, salah satunya “Kebersihan Sebagian Dari Iman”.
Selain itu, adanya petugas kebersihan sekolah yang bertugas antara lain :
1.      Membersihkan teras-teras kelas.
2.      Membersihkan toilet siswa, guru, karyawan dan kepala sekolah.
3.      Memonitor kebersihan toilet siswa, guru dan kepala sekolah.
Contoh kebersihan kelas

Contoh kebersihan kantin sekolah
Contoh kebersihan tempat wudlu dalam fasilitas ibadah
Contoh kebersihan toilet sekolah

b.      Keamanan
Salah satu yang harus dikelola dalam bidang keamanan yang pengamana sekolah atas fasilitas, sarana dan prasarana sekolah, mulai dari barang-barang dalam ruang guru, ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, dan lainnya.
Selain itu juga keamanan dalam siswa, seperti dibuatnya perturan dilarangnya membawa teman dari sekolah lain tanpa izin dari guru piket ataupun dari satpam selaku petugas keamanan sekolah. Ataupun keamanan dalam mengelola parkiran sekolah.
      Contoh keamanan dalam parkiran sekolah
Dengan ini, biasanya di gerbang sekolah terdapat pos-pos penjaga sekolah atau satpam. Sehingga aktifitas keluar masuk warga sekolah atau tamu sekolah dapat tercatat, seperti adanya buku tamu yang dicatat oleh satpam atau guru piket.

c.       Ketertiban
Dalam mengelola ketertiban sekolah, dibuatnya aturan-aturan atau yang disebut tata tertib sekolah. Yang mencakup peraturan untuk siswa,guru taupun pegawai sekolah. Dimana peraturan atau tata tertib berlaku untuk semua warga sekolah. Dan jika ada pelanggaran maka diberikan sanksi-sanksi sesuai dengan yang dilanggar.

d.      Keindahan
Pengelolaan dalm bidang keindahan diterapkan dari tata letak penataan sekolah mulai dari tata letak kelas-kelas, ruang guru, toilet, kantin dan lainnya.
Melihat penampilan keindahan sekolah menjadi bukti kesungguhan para pengelola serta partisipasi seluruh anggota komunitas yang berkomitmen untuk mewujudkan konsep penataan sekolah yang ideal. Basis sumber daya kultur sekolah ini adalah berbagi tanggung jawab, penguatan partisipasi, dan komitmen bersama. Sentuhan pengelola terdahulu menjadi sumber daya potensial yang telah dimanfaatkan dengan baik sehingga mampu berprestasi dalam sistem penataan lingkungan.

e.       Kerindangan
Dalam bidang kerindangan, salah satunya dibuat taman sekolah dengan ditanamnya pepohonon di area sekolah.Kerindangan sekolah oleh pepohonan dan bunga membuat penyejuk udara (air conditioner) juga dengan adanya  kebun yang luas. Terdapat tanaman obat dan tanaman hias yang dipelihara oleh siswa.

f.       Kekeluargaan
Adanya kepedulian antar sesama warga seklah.

D.    Tata Tertib Sekolah
Beberapa aturan yang dapat dibuat dalam bidang K6 agar dapat berjalan baik:
               I.        KEAMANAN
1.      Setiap kelas membentuk organisasi kelas yang terdir dari ketua, wakil ketua, bendahara, sekretaris, dan beberapa seksi-seksi.
2.      Selama PBM berlangsung siswa hanya diperbolehkan keluar perkarangan apabila mendapat izin dari guru bidang studi
3.      Apabila terjadi permasalahan di dalam kelas , ketua beserta perangkat kelas secepatnya menyelesaikannya dan seandainya tidak mampu segera melapor secara bertingkat kepada guru piket/ walas/BK/Tim K6/ Wakil Kepasek
4.      Siswa dilarang membawa teman ke lokasi sekolah selama kegiatan berhubungan dengan sekolah
5.      Siswa hanya dizinkan menerima tamu setelah mendapat izin dari guru piket selama PBM
6.      Siswa dilarang keras membawa senjata tajam ataupun memakai benda – benda yang berfungsi sebagai senjata.
7.      Dilarang membuat gaduh/keributan dalam kelas sehingga mengganggu kelas yang lain.
8.      Siswa wajib memelihara ketahanan dan keamanan sekolah terhadap ancaman, gangguan baik yang datang dari luar maupun dari dalam lingkungan sekolah.
9.      Siswa wajib mengikuti upacara bendera/hari besar nasional yang ditentukan sekolah atau lembaga terkait.
10.  Siswa dilarang keras berkelahi dan melakukan tindakan keras lain yang membahayakan orang lain.
11.  Siswa dilarang menerima tamu kecuali telah diizinkan oleh kepala sekolah/wakasek/guru piket.
            II.        KEBERSIHAN
1.  Setiap kelas bertanggungjawab terhadap kebersihan lokal dan pekarangannya
2.  Piket kelas harus sudah membersihkan lokal sebelum jam pelajaran pertama dimulai.
3.  Siswa dilarang membawa makanan yang menimbulkan sampah ke dalam lokal
4.  Kebersihan kelas sehari – hari merupakan tanggungjawab piket kelas
5.  Setiap kegiatan gotong royong sekolah seluruh siswa harus mengikutinya secara baik
         III.        KETERTIBAN
1.      Siswa tidak dibenarkan masuk kelas apabila terlambat 10 menit dan hanya dizinkan masuk setelah mendapat izin dari guru piket
2.      Jam pelajaran untuk hari Senin sampai Kamis dan hari Sabtu dimulai jam 07.15 s.d 15.10 wib, dan hari Jumat mulai jam 07.10 s.d 11.45 wib
3.      Sebelum pelajaran di mulai siswa diwajibkan terlebih dahulu membaca Alquran selama 15 menit pertama.
4.      Apabila siswa terlambat 3 kali, maka siswa tersebut dikonfirmasikan kepada Wali kelas.
5.      Siswa setiap hari senin dan selasa diharuskan memakai dasi dan hari Sabtu memakai pakaian Pramuka lengkap.
6.      Setap siswa harus memakai singlet dan tidak dibenarkan memakai baju kaos pengganti singlet serta bagi wanita memakai rok dalam dan memakai jilbab putih
7.      Siswa tidak dibenarkan memakai perhiasan kecuali anting bagi siswa wanita
8.      Siswa laki – laki tidak dibenarkan berambut panjang
9.      Siswa wanita tidak boleh pakai celana panjang
10.  Siswa harus memakai sepatu hitam, kaos kaki putih, selain topi pet sekolah tidak dibenarkan.
11.  Siswa harus memakai tas ke sekolah
12.  Siswa dilarang keras merokok dan menggunakan narkoba serta membawa benda – benda tajam dan sejenisnya.
13.  Siswa dilarang keras membawa benda – benda berbau pornografi
14.  Siswa tdak dibenarkan jajan selama PBM berlangsung
15.  Siswa dilarang keluar pekarangan sekolah sewaktu istirahat kecuali izin piket
16.  Siswa wajib mematuhi Sapta Prasetia OSIS
17.  Selama PBM berlangsung dan pertukaran jam belajar, siswa tidak dibenarkan keluar kelas, kecuali ada izin dari guru/ piket
18.  Siswa tidak dibenarkan keluar tanpa izin ( cabut ) selama jam pelajaran
19.  Siswa yang tidak hadir ke sekolah harus membawa surat izin yang diketahui oleh orangtua/wali


         IV.        KERINDANGAN
1.  Setiap kelas wajib mengelola taman kelas seindah mungkin
2.  Setiap kelas wajib menghias kelasnya dengan tanaman / bunga hidup
3.  Setiap kelas mempunyai kebun sekolah
4.  Setiap siswa harus bertanggung jawab terhadap kerindagan sekolah
5.  Melaksanakan gerakan penghijauan di sekolah

            V.        KEINDAHAN
1.  Setiap kelas dihiasi himbauan dalam bentuk gambar dan tulisan yang bermanfaat dan dapat menunjang proses belajar
2.  Tidak dibenarkan memanjang gambar – gambar yang bercorak kekerasan dan pornografi dalam kelas
3.  Siswa tidak dibenarkan mencoret – coret meja, kursi dan dinding kelas
4.  Siswa harus menata dan menjaga peralatan yang ada dalam kelas
5.  Siswa wanita tidak dibenarkan memakai rok yang ketat dan pendek
6.  Pakaian seragam sekolah harus menurut ketentuan yang berlaku

         VI.        KEKELUARGAAN
1.  Ada rasa kekeluargaan yang tinggi atara siswa dengan guru dan personil sekolah tanpa terkecuali
2.  Menjenguk teman – teman yang sakit dan mendapat kemalangan
3.  Menjaga persaudaraan antara sesaman siswa, personil sekolah dalam masyarakat
4.  Diserahkan kepada Kepala Sekolah untuk mengambil tindaklanjut dari sanksi yang telah dibebankan.




E.     TUGAS-TUGAS DALAM K6
Petugas Lapangan
a.       Membersihkan halaman keliling sekolah
b.      Membersihkan teras kelas
c.       Membersihkan kamar mandi siswa, guru, karyawan dan kepala sekolah
d.      Merawat tanaman
e.       Menyiram halaman dan tanaman
f.       Memotong rumput
g.      Melaporkan sirkulasi keadaan sekeliling sekolah kepada kepala sekolah
h.      Membersihkan ruang-ruang tersebut termasuk teras kecuali ruang dan teras kelas
i.        Memonitor kebersihan WC siswa, guru dan kepala sekolah
j.        Membersihkan dan merapikan taman / halaman sekolah
k.      Mengadakan penanaman/penghijauan halaman dengan tanaman  yang          bermanfaat ( bunga-bunga, buah-buahan, tanaman pelindung dan lain )
l.        Memelihara kesuburan / kelangsungan hidup tanaman

Petugas Keamanan
a.       Menjaga keamanan sekolah
b.      Mengatur parkir kendaraan siswa, guru dan karyawan
c.       Membuka dan menutup pintu gerbang sekolah
d.      Mengatur tamu yang datang ke sekolah dengan mengisi buku tamu
e.       Melaporkan sirkulasi keamanan kepada kepala sekolah
f.       Membuka dan menutup jendela, pintu ruang kelas, ruang guru, ruang TU, dan ruang kepala sekolah
g.      Menerimakan surat-surat yang datang pada waktu kantor telah tutup
h.      Melaporkan secara rutin keadaan atau kejadian pada saat yang bersangkutan bertugas jaga ditempat


Koordinasi Petugas K6
a.        Mengatur/mengkoordinir pelaksanaan kegiatan yang berhubungan dengan keamanan, Kebersihan, keindahan, kekeluargaan ketertiban, kerindangan.
b.      Untuk melaksanakan tugas ini K6 melakukan koordinasi dengan kesiswaan/Osis, pesuruh dan bagian sarana/prasarana
c.      Dalam melaksanakan tugasnya dikoordinir oleh wakasek kesiswaan dengan  program masing-masing bidang.

F.     Mewujudkan Sekolah Yang Aman, Nyaman dan Disiplin
Untuk mewujudkan kondisi sekolah seperti tersebut diatas perlu langkah-langkah sebagai berikut:
1. Meningkatkan keamanan lingkungan fisik sekolah
Untuk mewujudkan sekolah yang aman perlu dilakukan beberapa langkah. Pertama sekolah harus membentuk komite yang terdiri dari berbagai stakeholders, yaitu masyarakat sekitar sekolah, orang tua, guru, kepala sekolah dan siswa. Dengan melibatkan semua fihak diharapkan komite dapat memperjatam pemahaman dan kesepakatan tentang apa yang perlu dilakukan. Melibatkan dan selalu menjaga hubungan dengan anggota kepolisian atau ABRI sangatlah penting. Keterlibatan orang tua juga sangat penting agar hal-hal yang menjadi keprihatinan siswa dapat didengar dan diselesaikan.
Kedua, Untuk meningkatkan keamanan sekolah, upaya harus difokuskan pada bangunan fisik sekolah, tata letak dan kebijakan dan prosedur yang ada untuk melaksanakan kegiatan sehari-hari dan menyelesaikan masalah yang mungkin timbul. Bangunan sekolah, kelas, ruang lab, kantor, perpustakaan, lapangan olah raga dan halaman sekolah harus direview. Selain itu, berbagai kebijakan dan prosedur juga akses masuk sekolah harus dinilai kembali.

2. Meningkatkan disiplin siswa
Disiplin di sekolah jangan diartikan dengan prosedur yang terfokus pada konsekuensi pemberian hukuman. Perspektif disiplin secara tradisional ini kurang sempurna sebab tidak memperhatikan perkembangan dan tidak mendukung prilaku pro-sosial yang ditunjukkan siswa. Disiplin menurut paradigma baru adalah langkah-langkah atau upaya yang perlu guru, kepala sekolah orang tua dan siswa ikuti untuk mengembangkan keberhasilan prilaku siswa secara akademik maupun sosial. Jadi disiplin dianggap sebagai alat untuk untuk menuju keberhasilan untuk semua guru, dan semua siswa di berbagai situasi.
3. Menghilangkan hukuman fisik dan merendahkan oleh guru terhadap siswa
Hukuman fisik adalah hukuman yang melibatkan pemukulan dengan tangan atau objek lain seperti tongkat, penggaris, ikat pinggang, cambuk, sepatu; menendang, melempar, mencubit, menjambak, menyuruh siswa untuk berdiri pada posisi yang tidak menyenangkan, atau menyuruh siswa untuk melakukan kegiatan fisik yang berlebihan, menakuti siswa.
Selain itu hukuman fisik terdapat pula hukuman yang merendahkan seperti menghina mengolok, berkata kasar, mengisolasi, dan membiarkan siswa. Penting untuk diketahui bahwa tidak ada batasan yang jelas antara hukuman fisik dengan hukuman yang merendahkan. Siswa sering mempersepsikan bahwa hukuman fisik juga merendahkan mereka.
Dengan langkah-langkah tersebut diatas minimal akan tercipta iklim sekolah yang sinergis dan harmonis. Siawa merasa betah di sekolah, merasa aman dan nyaman mengikuti seluruh rangkaian pembelajaran, merasa terlindungi dan mendapatkan perlakuan dari seluruh warga sekolah secara kekeluargaan.



G.    Merancang Taman Sekolah
Sekolah sebagai tempat aktivitas pembelajaran bagi anak-anak hendaknya memiliki bangunan fisik dan halaman yang memadai sehingga dapat menciptakan suasana nyaman dalam belajar dan bekerja bagi siswa, guru dan pegawai di lingkungan sekolah bersangkutan. Halaman sekolah yang tertata dengan baik akan dapat memberikan ketenangan dan kenyamanan dalam melakukan aktivitas.Taman merupakan penampakan kelembutan bangunan fisik sekolah, karena itulah taman sekolah haruslah menjadi bagian dari penggunanya, yaitu siswa, guru dan pegawai. Taman sekolah haruslah direncanakan sesuai dengan kondisi tapak dan penggunanya sehingga tercipta suatu ruang kehidupan yang bermanfaat dan harmonis.
Taman sekolah yang baik, hendaknya unsur-unsur atau komponen taman tertata dengan mempertimbangkan fungsional dan nilai estetis (keindahan) agar dapat mendukung kelestarian lingkungan, bermanfaat dalam pembelajaran, dan memberi rasa nyaman bagi penggunanya.
Merencanakan taman sekolah yang praktis dan efisien dengan lima tahapan, yaitu persiapan, pengumpulan data, analisis, sintesis, dan perencanaan. Tahapan-tahapan ini dilakukan untuk menghindari terjadinya kegagalan.
1. Persiapan
Persiapan merupakan tahap awal dalam proses prencanaan. Hal-hal yang dipersiapkan antara lain : bahan dan alat, data tempat yang direncanakan, dan keinginan utama dari pengguna. Kegiatan pokok dalam tahapan ini yang mesti dilakukan yaitu jadwal kegiatan, rencana biaya, dan produk perencanaan yang akan dihasilkan.
2. Pengumpulan data
Data yang diperlukan meliputi aspek-aspek (sosial, fisik lahan, teknik pelaksanaan, dan sumber dana yang tersedia) dan faktor-faktor (ruang, waktu, dan tenaga). Aspek sosial berhubungan dengan fungsi ruang, karakter pengguna ruang, dan jenis aktivitas yang dilakukan. Aspek fisik menyangkut tentang bentuk, sirkulasi ruang, flora-fauna, iklim, suara/bunyi-bunyian, dan lain-lain.
Pengumpulan data dapat dilakukan dengan merekam keadaan lahan, memotret, membuat sketsa bentuk lahan, mewawancarai orang-orang di sekitar lingkungan lahan, dan lain-lain.
3. Analisis
Data yang sudah terkumpul dianalisa terhadap berbagai aspek dan faktor yang turut berperan dalam penciptaan keasrian dan kelestarian rencana tapak/lahan sehingga dapat diketahui masalah, kendala, potensi, serta kerawanan dari tapak/lahan tersebut. Berbagai kendala yang menjadi hambatan dicarikan alternatif penanggulangan yang terbaik. Potensi yang ada dimanfaatkan dan dikembangkan, sedangkan bagian tapak yang rawan jangan digganggu supaya tidak menjadi rusak atau terpelihara keamanannya. Hasil analisis akan dijadikan berbagai kemungkinan untuk dapat merencanakan taman yang fungsional dan estetits sehingga memberikan ketenangan dan kenyaman bagi penggunanya.
4. Sintesis
Hasil analis dijadikan sebagai bahan acuan untuk dikembangkan sebagai input untuk mendapatkan recana tapak sesuai dengan program yang diinginkan. Hasil dari tahap sintesis berupa alternatif-alternatif rencana penggunaan ruang dengan berbagai kekuatan dan kelemahannya.
5. Perencanaan
Menentukan pilihan terhadap alternatif yang akan menjadi rencana lanskap/tapak (taman sekolah). Alternatif pilihan dapat berupa satu alternatif atau kombinasi dari beberapa alternatif pra perenacanaan.


H.    Beberapa Contoh Taman Sekolah
 
 
















DAFTAR PUSTAKA

Media Pembelajaran


ABSTRAKSI
                                                                                                                      

Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan atau informasi pengajaran berupa materi pembelajaran, dapat mendorong atau merangsang fikiran, perasaan, dan kemauan peserta didik sehingga terciptanya proses belajar pada diri peserta didik. Tujuan penggunaan media adalah efektivitas dan efisiensi dalam kegiatan belajar mengajar, meningkatkan motivasi belajar siswa, variasi metode pembelajaran, dan peningkatan aktivasi siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Secara umum manfaat penggunaan media pembelajaran dalam kegiatan belajar mengajar, yaitu dapat menarik peserta anak didik terhadap materi pelajaran yang disajikan, dapat mengatasi perbedaan pengalaman belajar peserta didik, dapat membantu peserta didik dalam memberikan pengalaman belajar yang sulit diperoleh dengan cara lain, dapat membantu perkembangan pikiran peserta didik secara teratur tentang hal yang mereka alami dalam kegiatan belajar mengajar mereka, dapat menumbuhkan kemampuan peserta didik untuk berusaha mempelajari sendiri berdasarkan pengalaman dan kenyataan, dapat mengurangi penyampaian materi pelajaran dalam bentuk lisan atau kata-kata tertulis.
Kata kunci : media, pembelajaran, tujuan, manfaat




BAB I
PENDAHULUAN

Disadari atau tidak, sekarang ini kita sedang menuju era globalisasi  yang ditandai dengan tersedianya informasi yang semakin banyak dan bervariasi, tersebarnya informasi yang makin meluas dan seketika, serta tersajinya informasi dalam berbagai bentuk dalam waktu yang cepat. Pengaruh globalisasi ini semakin terasa dengan semakin banyaknya saluran informasi dalam berbagai bentuk media. Karena semua usaha pengumpulan, pengolahan, penyimpanan, dan penyajian informasi senantiasa menggunakan media, maka era ini dapat pula disebut lingkungan bermedia.
Media telah mempengaruhi seluruh aspek kehidupan kita, meskipun dalam derajat yang berbeda-beda. Di negara yang telah maju, media telah mempengaruhi kehidupan hampir sepanjang waktu. Waktu yang terpanjang, yang paling berpengaruhi itu adalah waktu yang digunakan untuk bersekolah. [Widodo, 2009]
Begitu pula pada proses belajar mengajar, media pembelajaran merupakan salah satu komponen pembelajaran yang mempunyai peranan penting. Pemanfaatan media seharusnya merupakan bagian yang harus mendapat perhatian guru sebagai fasilitator dalam setiap kegiatanbelajar dan mengajar. Oleh karena itu guru perlu mempelajari bagaimana media pembelajaran dapat mengefektifkan pencapaian tujuan pembelajaran dalam proses belajar mengajar. Karena pada kenyataannya media pembelajaran masih sering terabaikan dengan berbagai alasan, antara lain: terbatasnya waktu untuk membuat persiapan mengajar, sulit mencari media yang tepat, tidak tersedianya biaya, dan lain-lain. Hal ini sebenarnya tidak perlu terjadi jika setiap guru / fasilitator telah mempunyai pengetahuan dan ketrampilan mengenai media pembelajaran.
                 Sehingga pada makalah ini akan dibahas mengenai apa pengertian media pembelajaran,  tujuan dari penggunaan media pembelajaran, serta manfaat penggunaannya agar para calon pendidik ataupun pendidik dapat mewujudkan tercapainya tujuan pendidikan pada umumnya dan tujuan pembelajaran khususnya.
.

BAB II
PEMBAHASAN

A.       Pengertian Media Pembelajaran
Secara etimologi, kata media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi. [Haryalesmana, 2009].
Gagne mengartikan media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar. Sementara Heinich dan Russell mengartikan media sebagai saluran untuk komunikasi yang berasal dari bahasa Latin yang berarti “antara” yang digunakan untuk menyalurkan informasi antara pengirim dan penerima.[Widodo, 2009].
Briggs berpendapat bahwa media pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi pembelajaran seperti : buku, film, video dan sebagainya. Sedangkan, National Education Associaton mengungkapkan bahwa media pembelajaran adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang-dengar, termasuk teknologi perangkat keras. [Sudarajat, 2008]
Berlach dan Ely mengemukakan bahwa media dalam proses pembelajara cenderung diartikan alat-alat grafis, fotografis atau elektronis untuk menangkap, memproses dan menyusun kembali informasi dan menyusun kembali informasi visual atau verbal.
Heinich, dkk Media pembelajaran adalah media-media yang membawa pesan-pesan atau informasi yang bertujuan pembelajaran atau mengandung maksud-maksud pembelajaran.
Menurut H Malik media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan (bahan pembelajaran), sehingga dapat merangsang perhatian, minat, pikiran dan perasaan si belajar dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu.[Diwani, 2008].
Dari beberapa pendapat ahli di atas dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan atau informasi pengajaran berupa materi pembelajaran, dapat mendorong atau merangsang fikiran, perasaan, dan kemauan peserta didik sehingga terciptanya proses belajar pada diri peserta didik.


B.       Tujuan Penggunaan Media Pembelajaran

Penggunaan media pengajaran sangat diperlukan dalam  peningkatan mutu pendidikan khususnya dalam pembelajaran atau kegiatan belajar mengajar. Sebenarnya pendidik atau peserta didik memiliki keterbatasan atau kendala dalam menyampaikan atau menerima materi seperti keterbatasan waktu, ruang, dan daya indera. Oleh karena itu dengan adanya media pembelajaran diharapkan dapat mengefektifitaskan proses belajar mengajar.
Beberapa ahli mengemukakan beberapa tujuan dari penggunaan media pembelajaran diantaranya menurut Achsin menyatakan bahwa tujuan penggunaan media pengajaran adalah (1) agar proses belajar mengajar yang sedang berlangsung dapat berjalan dengan tepat guna dan berdaya guna, (2) untuk mempermudah bagi guru/pendidik daiam menyampaikan informasi materi kepada anak didik, (3) untuk mempermudah bagi anak didik dalam menyerap atau menerima serta memahami materi yang telah disampaikan oleh guru/pendidik, (4) untuk dapat mendorong keinginan anak didik untuk mengetahui lebih banyak dan mendalam tentang materi atau pesan yang disampaikan oleh guru/pendidik, (5) untuk menghindarkan salah pengertian atau salah paham antara anak didik yang satu dengan yang lain terhadap materi atau pesan yang disampaikan oleh guru/pendidik. Sedangkan Sudjana, dkk. menyatakan tentang tujuan pemanfaatan media adalah (1) pengajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menimbulkan motivasi, (2) bahan pelajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami, (3) metode mengajar akan lebih bervariasi, dan (4) siswa akan lebih banyak melakukan kegiatan belajar. Jadi dapat disimpulkan bahwa tujuan penggunaan media adalah (1) efektivitas dan efisiensi dalam kegiatan belajar mengajar, (2) meningkatkan motivasi belajar siswa, (3) variasi metode pembelajaran, dan (4) peningkatan aktivasi siswa dalam kegiatan belajar mengajar.[ Endonesa, 2009].
Jadi dapat disiimpulkan bahwa tujuan penggunaan media adalah efektivitas dan efisiensi dalam kegiatan belajar mengajar, meningkatkan motivasi belajar siswa, variasi metode pembelajaran, dan peningkatan aktivasi siswa dalam kegiatan belajar mengajar.

C.      Manfaat Penggunaan Media Pembelajaran

Berbagai manfaat media pembelajaran telah dibahas oleh banyak ahli. Menurut Kemp dan Dayton meskipun telah lama disadari bahwa banyak manfaat penggunaan media pembelajaran, penerimaannya serta pengintegrasiannya ke dalam program-program pengajaran berjalan amat lambat. Mereka mengemukakan:
a.                   Penyampaian pelajaran menjadi lebih baku. Setiap pelajar yang melihat atau mendengar penyajian melalui media menerima pesan yang sama. Meskipun para guru menafsirkan isi pelajaran dengan cara yang berbeda-beda, dengan penggunaan media ragam hasil tafsiran itu dapat dikurangi sehingga informasi yang sama dapat disampaikan kepada siswa sebagai landasan untuk pengkajian dan latihan lebuh lanjut.
b.                   Pembelajaran bisa lebih menarik. Media dapat di asosiasikan sebagai penarik perhatian dan membuat siswa tetap terjaga dan memeperhatikan. Kejelasan dan keruntutan pesan, daya tarik, image yang berubah-ubah, penggunaan efek khusus yang dapat menimbulkan keingintahuan menyebabkan siswa tertawa dan berpikir, yang kesemuanya menunjukkan bahwa media memiliki aspek motivasi dan meningkatkan minat.
c.                    Pembelajaran menjadi lebih interaktif dengan diterapkannya teori belajar dan prinsip-prinsip psikologis yang diterima dalam hal partisipasi siswa, umpan balik dan penguatan.
d.                   Lama waktu pembelajaran yang diperlukan dapat dipersingkat karena kebanyakan media hanya memerlukan waktu singkat untuk mengantarkan pesan-pesan dan isi pelajaran dalam jumlah yang cukup banyak dan memunkinkannya di serap oleh siswa.
e.                   Kualitas hasil belajar dapat ditingkatkan bilamana integrasi kata dan gambar sebagai media pembelajaran dapat mengkomunikasikan elemen-elemen pengetahuan dengan cara yang terorganisasikan dengan baik, spesifik dan jelas.
f.                     Pemebelajaran dapat diberikan kapan dan dimana diinginkan atau diperlukan terutama jika media pembelajaran dirancang untuk penggunaan secara individu.
g.                   Sikap positif siswa terhadap apa yang mereka pelajari dan terhadap proses belajar dapat ditingkatkan.
h.                   Peran guru dapat berubah kearah yang lebih positif. Beban guru untuk penjelasan yang berulang-ulang mengenai isi pelajaran dapat dikurangi bahkan dihilangkan sehingga ia dapat memusatkan perhatian kepada aspek penting laindalamprosesbelajar mengajar, misalnya sebagai konsultan atau penasihat siswa.[Sulastri, 2010]

Sehingga secara umum manfaat penggunaan media pembelajaran dalam kegiatan belajar mengajar, yaitu dapat menarik peserta anak didik terhadap materi pelajaran yang disajikan, dapat mengatasi perbedaan pengalaman belajar peserta didik, dapat membantu peserta didik dalam memberikan pengalaman belajar yang sulit diperoleh dengan cara lain, dapat membantu perkembangan pikiran peserta didik secara teratur tentang hal yang mereka alami dalam kegiatan belajar mengajar mereka, dapat menumbuhkan kemampuan peserta didik untuk berusaha mempelajari sendiri berdasarkan pengalaman dan kenyataan, dapat mengurangi penyampaian materi pelajaran dalam bentuk lisan atau kata-kata tertulis.



BAB III
KESIMPULAN

Berdasarkan pembahasan sebelumnya, kita dapat menyimpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan atau informasi pengajaran berupa materi pembelajaran, dapat mendorong atau merangsang fikiran, perasaan, dan kemauan peserta didik sehingga terciptanya proses belajar pada diri peserta didik. Dimana tujuan penggunaan media adalah efektivitas dan efisiensi dalam kegiatan belajar mengajar, meningkatkan motivasi belajar siswa, variasi metode pembelajaran, dan peningkatan aktivasi siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Dan secara umum manfaat penggunaan media pembelajaran dalam kegiatan belajar mengajar, yaitu dapat menarik peserta anak didik terhadap materi pelajaran yang disajikan, dapat mengatasi perbedaan pengalaman belajar peserta didik, dapat membantu peserta didik dalam memberikan pengalaman belajar yang sulit diperoleh dengan cara lain, dapat membantu perkembangan pikiran peserta didik secara teratur tentang hal yang mereka alami dalam kegiatan belajar mengajar mereka, dapat menumbuhkan kemampuan peserta didik untuk berusaha mempelajari sendiri berdasarkan pengalaman dan kenyataan, dapat mengurangi penyampaian materi pelajaran dalam bentuk lisan atau kata-kata tertulis.


DAFTAR PUSTAKA

http://diwangeonesa.blogspot.com/ ,  5 Oktober,  20.45